Jenis Sepatu Formal Pria yang Wajib Anda Miliki

Begitu banyak varian sepatu di luar sana, namun terkadang seorang pria cenderung ‘masa bodoh’ dengan sepatu yang ia miliki. The problem with men’s fashion is that most men view clothes practically rather than aesthetically. Asalkan nyaman, sampai usang pun sebuah sepatu mampu dipertahankan. Tapi lagi-lagi suatu momen memaksa seorang pria untuk tampil lebih formal, atau dituntut mengikuti aturan dress code. Pilihannya antara dua, malas datang, atau terpaksa datang dengan sepatu yang itu-itu lagi.

Belajar mengenal jenis sepatu nampaknya bukan kesalahan. Bisa jadi, dengan mengetahui beberapa tipe sepatu seseorang mampu menjaga penampilannya hingga terlihat lebih impresif. Jika Anda adalah seseorang yang bekerja dengan tuntutan pakaian yang selalu formal, dress shoes sudah pasti melekat di kaki Anda sehari-hari. Atau jika Anda adalah pekerja dengan peraturan berpakaian yang lebih luwes, maka pilihan sepatu yang dapat digunakan akan lebih banyak.

Tidak semua jenis sepatu cocok untuk dikenakan dalam beragam kesempatan. Ada sepatu yang berkarakter formal seperti Oxford shoes atau wingtips, ada juga sepatu yang berkarakter santai namun tetap menjaga kesan lugas pada seorang pria seperti moccassin atau boat shoes.

The Oxford Shoes

oxford

The Oxford Balmoral Shoes

Ini adalah jenis sepatu paling standar di saat harus berpakaian formal. Bnetuknya mudah dikenali karena memang paling umum digunakan. The Oxford Balmoral Shoes memiliki bagian yang tertutup seluruhnya dengan model seperti topi dan bentuk jaring tali yang rapat. Jenis Oxford shoes dengan plain cap-toe adalah jenis sepatu yang paling lazim digunakan sebagai business wear atau cara berpakaian formal lainnya.

The Desert Boots

desert boots

Sepatu ini sering diasosiasikan juga dengan chukka boots. Model sepatu ini berbentuk semi boot yang tingginya sedikit di atas mata kaki dengan 2 atau 3 lubang tali sepatu. Desert boots biasanya terbuat dari kulit sapi muda (calfskin) atau suede, walaupun tidak menutup kemungkinan produsen sepatu membuatnya dari bahan lain seperti kulit buaya atau kanvas.Sepatu model ini telah dipopulerkan sejak tahun 1940-an sebagai sepatu untuk bersantai. Nama ‘chukka’ diambil dari jenis permainan polo. Chukka boot kemudian dikembangkan oleh tentara Inggris di Western Desert Campaign saat Perang Dunia II dan lahirlah desert boots. Sepatu ini umumnya dialasi oleh karet tebal pada bagian tapak sepatunya.

The Monk-strap Shoes

Jenis sepatu ini sangat mudah dikenali di manapun ditemui. Ciri khas dari sepatu jenis monk strap tentu saja dari detail buckle metalik dan leather strap di bagian atas sebagai pengganti tali sepatu. Monk strap shoes memiliki beberapa jenis, yang paling umum adalah single monk strap dan double monk strap.

monk trap

Perbedaannya hanya terletak pada jumlah strap yang melilit di bagian atas sepatu tersebut. Tidak ada peraturan yang mengikat jika ingin menggunakan monk strap shoes, dalam suasana santai atau formal sepatu ini tetap dapat digunakan. Tapi kembali soal pemilihan warna, monk strap shoes akan memunculkan kesan kasual dengan warna coklat. Jika ingin tampil formal, pilihlah monk strap berwarna hitam pekat, terutama dengan tipe single monk strap. Selamat mencoba!

sumber :http://www.talkmen.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: